{"id":1112,"date":"2026-08-07T13:25:22","date_gmt":"2026-08-07T13:25:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/?p=1112"},"modified":"2026-08-07T13:25:22","modified_gmt":"2026-08-07T13:25:22","slug":"kampoong-ecopreneur-bangun-ekosistem-peradaban-melalui-pendidikan-lingkungan-dan-kemandirian-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/2026\/08\/07\/kampoong-ecopreneur-bangun-ekosistem-peradaban-melalui-pendidikan-lingkungan-dan-kemandirian-ekonomi\/","title":{"rendered":"Kampoong Ecopreneur Bangun Ekosistem Peradaban Melalui Pendidikan, Lingkungan, dan Kemandirian Ekonomi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bogor | Jurnalissatu \u2013 Kampoong Ecopreneur terus mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, kesehatan mental, serta penguatan ekonomi berbasis wakaf produktif. Berlokasi di Kabupaten Bogor, kawasan ini hadir dengan semangat membangun keluarga dan desa yang mandiri melalui gerakan One Family One Ecopreneur (OFOE).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar kawasan pendidikan atau wisata, tetapi sebuah ekosistem yang dirancang untuk melahirkan generasi berkarakter, produktif, dan peduli terhadap lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"554\" height=\"554\" data-id=\"1113\" src=\"https:\/\/jurnalissatunews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/images-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1113\" srcset=\"https:\/\/jurnalissatunews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/images-1.jpeg 554w, https:\/\/jurnalissatunews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/images-1-300x300.jpeg 300w, https:\/\/jurnalissatunews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/images-1-150x150.jpeg 150w\" sizes=\"(max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gerakan tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Kampoong Spiritual, Kampoong Hening, dan Kampoong Niaga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada pilar Kampoong Spiritual, dikembangkan program Tahfidz Ecopreneur yang membina santri penghafal Al-Qur&#8217;an agar memiliki jiwa kewirausahaan. Selain itu, dibangun Masjid Eco Wakaf sebagai pusat ibadah, pembelajaran, dan pengembangan wakaf produktif yang mendukung keberlanjutan program.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilar kedua, Kampoong Hening, menghadirkan berbagai program pemulihan diri melalui eco-healing, retreat, terapi alam, hingga pelatihan kesehatan mental yang memadukan pendekatan psikologi, spiritualitas, dan alam. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya usia produktif, agar kembali memiliki keseimbangan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Kampoong Niaga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inkubasi bisnis hijau, pengembangan UMKM berbasis alam, budidaya madu, tanaman herbal, kuliner sehat, hingga pembinaan petani agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga Agustus 2026, berbagai program Kampoong Ecopreneur telah memberikan dampak nyata. Di antaranya memberikan santunan kepada 30 anak yatim, menanam 750 pohon kopi, memberdayakan 10 petani dengan produksi 16 ton ubi ungu, membangun satu asrama santri, menyelenggarakan pelatihan yang telah diikuti lebih dari 2.000 peserta, menerima kunjungan lebih dari 500 orang ke masjid dan aula sementara, serta menyalurkan manfaat kurban kepada 2.004 penerima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kampoong Ecopreneur juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui kerja sama dengan IPB University dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penerapan inovasi berbasis keberlanjutan. Selain itu, dukungan dari berbagai lembaga filantropi turut memperkuat pembangunan asrama tahfidz dan pemberdayaan ekonomi petani di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui konsep One Family One Ecopreneur, Kampoong Ecopreneur menargetkan lahirnya keluarga yang mandiri secara ekonomi, bertakwa, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai solusi pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan spiritual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kampoong Ecopreneur juga menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, energi bersih, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta aksi terhadap perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pendekatan tersebut, Kampoong Ecopreneur berkomitmen menjadi model pembangunan berbasis wakaf produktif yang tidak hanya menciptakan manfaat ekonomi, tetapi juga membangun peradaban yang lebih berkelanjutan, berkarakter, dan memberikan dampak bagi masyarakat luas. Ari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor | Jurnalissatu \u2013 Kampoong Ecopreneur terus mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, kesehatan mental, serta penguatan ekonomi berbasis wakaf produktif. Berlokasi di Kabupaten Bogor, kawasan ini hadir dengan semangat membangun keluarga dan desa yang mandiri melalui gerakan One Family One Ecopreneur (OFOE). Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, menjelaskan bahwa program ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1114,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[155],"tags":[],"class_list":["post-1112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1112"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1115,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1112\/revisions\/1115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}