{"id":1401,"date":"2026-10-20T11:57:54","date_gmt":"2026-10-20T11:57:54","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/?p=1401"},"modified":"2026-10-20T11:57:56","modified_gmt":"2026-10-20T11:57:56","slug":"jelang-kejurnas-ppsi-bogor-buka-kolaborasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/2026\/10\/20\/jelang-kejurnas-ppsi-bogor-buka-kolaborasi\/","title":{"rendered":"Jelang Kejurnas, PPSI Bogor Buka Kolaborasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bogor | Jurnalissatunews &#8211;<\/strong>&nbsp; Persatuan Pencak Silat Indonesia (P.P.S.I) Kota Bogor mulai mematangkan penyeleksian awal November 2026 ini hingga persiapan kontingen untuk berlaga dalam Kejurnas Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Antar-DPD Se-Indonesia Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung pada 11-13 Desember 2026 di Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebanyak 48 pegiat\/peserta dan 7 orang ofisial direncanakan menjadi bagian dari kontingen Kota Bogor dalam ajang nasional tersebut. Persiapan ini bukan sekadar upaya mengikuti kompetisi, melainkan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan pencak silat tradisi, membina generasi penerus, dan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Bogor kepada masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi PPSI Kota Bogor, pasanggiri merupakan ruang untuk menunjukkan bahwa pencak silat tradisi bukan hanya warisan masa lalu. Di dalamnya terkandung nilai seni, karakter, disiplin, kearifan lokal, dan jati diri budaya yang perlu terus dirawat serta diwariskan kepada generasi mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keikutsertaan dalam ajang nasional ini juga diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarpaguron, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memperkuat eksistensi seni ibing pencak silat tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua DPD PPSI Kota Bogor, Hizriyanda Putra, menegaskan bahwa persiapan kontingen membutuhkan semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, keberhasilan membawa nama Kota Bogor ke tingkat nasional tidak hanya bergantung pada kesiapan peserta dan pelatih, tetapi juga pada dukungan keluarga, paguron, pemerintah, lembaga keolahragaan dan kebudayaan, dunia usaha, serta masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKeikutsertaan kontingen ini bukan hanya tentang membawa peserta ke ajang nasional. Lebih dari itu, kami ingin membawa semangat pelestarian budaya, kebanggaan daerah, dan komitmen membina generasi muda Kota Bogor,\u201d ujar Hizriyanda Putra, Selasa (20\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar persiapan hingga keberangkatan kontingen dapat berjalan optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami percaya bahwa pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kepedulian dan kerja sama banyak pihak agar warisan pencak silat tradisi tetap hidup, berkembang, dan memiliki ruang yang layak bagi generasi penerus. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap seni, budaya, dan pembinaan generasi muda,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harlan Bestari Bengardi: Dunia Usaha Perlu Menjadi Bagian dari Gerakan Pelestarian Budaya. \u201cMenurut saya, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas budaya, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kota Bogor memiliki kekayaan tradisi dan nilai budaya yang perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, ketika ada upaya membawa seni dan tradisi pencak silat Kota Bogor ke panggung yang lebih luas, hal tersebut patut kita pandang sebagai peluang untuk bergerak bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia usaha memiliki ruang untuk berkontribusi melalui berbagai bentuk dukungan dan kemitraan. Tidak selalu harus berupa pendanaan, tetapi juga dapat melalui penyediaan fasilitas, dukungan logistik, akses jaringan, maupun bentuk kontribusi lain sesuai kapasitas masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya berharap inisiatif seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, organisasi budaya, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, program yang jelas, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel, saya optimistis pelestarian budaya dapat memberikan dampak yang lebih luas, termasuk dalam pembinaan generasi muda dan penguatan identitas Kota Bogor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, ketika kita berbicara tentang budaya, kita sedang berbicara tentang jati diri dan masa depan. Sudah selayaknya kita memberikan ruang bagi tradisi untuk tetap hidup dan berkembang, sekaligus memastikan generasi berikutnya memiliki kebanggaan terhadap warisan budayanya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transparansi dan Akuntabilitas Menjadi Komitmen<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam membangun kemitraan, DPD PPSI Kota Bogor menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian penting dari pelaksanaan kegiatan. Setiap dukungan yang diterima diharapkan disertai pencatatan penerimaan dan penggunaan dana, dokumentasi kegiatan, serta laporan pertanggungjawaban kepada mitra dan pihak terkait sesuai bentuk kerja sama yang disepakati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komitmen ini menjadi landasan untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang kemitraan yang berkelanjutan antara organisasi pelestari budaya, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui persiapan kontingen menuju Kejurnas Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Antar-DPD Se-Indonesia Tahun 2026, DPD PPSI Kota Bogor berharap dapat memperkuat peran pencak silat tradisi sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, langkah ini merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, dikenal, dan dibanggakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPSI Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan mengambil bagian dalam perjalanan ini. Sebab, ketika budaya dijaga bersama, generasi muda diberi ruang untuk berkembang, dan kolaborasi dibangun dengan kepercayaan, kebanggaan Kota Bogor dapat melangkah lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentang PPSI Kota Bogor<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persatuan Pencak Silat Indonesia (P.P.S.I) merupakan organisasi yang berperan dalam pelestarian dan pengembangan seni pencak silat tradisi. DPD P.P.S.I Kota Bogor berkomitmen mendorong pelestarian warisan budaya, pembinaan generasi penerus, penguatan persaudaraan antarpaguron, serta peningkatan peran pencak silat tradisi dalam kehidupan masyarakat. (www.ppsikotabogor.id\/tentang).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor | Jurnalissatunews &#8211;&nbsp; Persatuan Pencak Silat Indonesia (P.P.S.I) Kota Bogor mulai mematangkan penyeleksian awal November 2026 ini hingga persiapan kontingen untuk berlaga dalam Kejurnas Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Antar-DPD Se-Indonesia Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung pada 11-13 Desember 2026 di Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 48 pegiat\/peserta dan 7 orang ofisial direncanakan menjadi bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1402,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[155],"tags":[],"class_list":["post-1401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1401"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1403,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1401\/revisions\/1403"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalissatunews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}