Cigombong | Jurnalissatu – Pemerintah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, memanfaatkan anggaran Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) untuk menyalurkan bantuan operasional kepada 60 guru yang mengabdi di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). Program tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah desa terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan para tenaga pendidik.
Sebanyak 60 guru menerima bantuan yang terdiri dari tenaga pendidik di 9 lembaga PAUD dan 6 lembaga MDTA yang tersebar di wilayah Desa Ciadeg.
Berbeda dengan penyaluran bantuan pada umumnya, Pemerintah Desa Ciadeg memilih mendatangi langsung setiap lembaga pendidikan untuk menyerahkan bantuan kepada para guru. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada para tenaga pendidik yang selama ini mengabdikan diri mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, mengatakan, bantuan operasional tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para guru PAUD dan MDTA yang selama ini telah memberikan dedikasi luar biasa dalam mendidik anak-anak sejak usia dini maupun memberikan pendidikan keagamaan.
“Kami sengaja menyerahkan bantuan ini dengan mendatangi langsung setiap sekolah. Ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah Desa Ciadeg kepada para guru PAUD dan MDTA yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam mendidik anak-anak,” ujar Wahyu Rahayu, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, guru PAUD maupun guru MDTA memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta kecerdasan anak sejak usia dini. Oleh karena itu, pemerintah desa berupaya memberikan dukungan melalui pemanfaatan anggaran BHPRD agar dapat membantu kebutuhan operasional para tenaga pendidik.
“Melalui anggaran BHPRD ini, Pemerintah Desa Ciadeg menyalurkan bantuan operasional kepada 60 guru yang mengajar di 9 PAUD dan 6 MDTA. Mudah-mudahan bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada anak-anak didiknya,” katanya.
Wahyu menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus mendapat perhatian semua pihak.
“Kami menyadari nilai bantuan ini mungkin belum besar, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi bukti bahwa pemerintah desa hadir untuk memberikan perhatian kepada para pendidik yang telah berjasa mencerdaskan generasi penerus,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang guru MDTA, H. Encep Somantri, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Desa Ciadeg kepada para tenaga pendidik melalui bantuan operasional yang bersumber dari dana BHPRD.
Menurutnya, meski nominal bantuan tidak terlalu besar, kepedulian pemerintah desa menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus mengabdi dan memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa Ciadeg, khususnya Ibu Kepala Desa Wahyu Rahayu, yang telah memberikan perhatian kepada para guru MDTA dan PAUD. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengajar dan mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan. Yang paling berkesan, bantuan ini diserahkan langsung ke setiap sekolah. Bagi kami, itu merupakan bentuk penghargaan yang sangat berarti,” ungkap H. Encep Somantri.
Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang sehingga kesejahteraan para guru, khususnya tenaga pendidik nonformal dan pendidikan keagamaan, semakin mendapat perhatian dari pemerintah desa.
Melalui program tersebut, Pemerintah Desa Ciadeg berharap sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga kualitas pendidikan, baik pendidikan usia dini maupun pendidikan keagamaan, semakin meningkat serta mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Sisca



























































