Bandung | Jurnalissatu – Terpilih pada Muswilub BMPS Oktober 2025, Agus langsung tancap gas untuk menjadikan BMPS Jawa Barat sebagai organisasi para pemilik sekolah yang kredibel. Dengan mengusung tagline Bergerak untuk Bermanfaat dan Bermartabat, Agus mulai melakukan pembenahan baik internal maupun eksternal.
Gebrakan pertama adalah dengan renovasi sekretariat BMPS Jawa Barat yang sudah dalam kondisi yang tidak layak disebut sebagai kantor sekretariat yang bergerak di layanan pendidikan.
Memindahkan tiang listrik di depan kantor sekretariat yang selama ini menghalangi akses ke sekretariat, dan menyulitkan bagi yang parkir kendaraan.
Langkah selanjutnya dan sudah dalam progress yaitu memindahkan tempat pembuangan sementara (sampah) yang berdekatan dengan kantor sekretariat agar lingkungan sekitarnya juga terlihat asri.
Gebrakan ini tentunya mendapatkan sambutan dari para pengurus DPD BMPS Kota/Kabupaten di Jawa Barat. Sekarang kalau ke Bandung dan mampir ke sekretariat sudah sangat tangible dan benar benar menunjukkan kantor yang bermartabat.
Siapa Agus?
Agus adalah seorang pekerja keras, lulusan sarjana pendidikan yang awalnya tidak terjun ke dunia pendidikan. Bekerja sebagai kontraktor, seorang yang memiliki jiwa entrepreneurship. Lalu setelah memiliki modal yang cukup Agus mendirikan yayasan Ar-Rohman untuk menyelenggarakan pendidikan swasta. Nama sekolah yang dikelolanya adalah Sekolah Islam Terpadu Al Madinah di kawasan Sukahati Karadenan Cibinong Bogor.
Al Madinah menjadi sekolah yang terbilang elite di Kabupaten Bogor. Sekolah ini berdiri di lahan hampir seluas 4 hektar dan merupakan sekolah terintegrasi dari mulai TK, SD SMP sampai dengan SMA. Secara rutin Yayasan Ar-Rohman mengadakan kegiatan pengajian dan memberikan santunan kepada kaum dhuafa.
Selain mengelola Al Madinah, Yayasan Ar-Rohman juga memberikan layanan gratis kepada 200 siswa tidak mampu, yang sejak awal tidak daftar ke sekolah negeri.
Mengapa Agus Mau Berjuang Melalui BMPS?
Bagi seorang Agus dengan mengelola sekolah besar seperti Al Madinah sebenarnya tinggal duduk dengan manis tanpa harus berlelah-lelah memperjuangkan keberadaan sekolah swasta.
Selain itu Agus sebagai pendiri RS Aysha di kawasan perumahan Acropolis tentu saja sudah berada dalam kondisi yang mapan. Tetapi empati pada keberadaan sekolah swasta mendorongnya untuk terus berjuang meyakinkan para pemangku kepentingan tentang pentingnya berkolaborasi dengan pihak sekolah swasta untuk pemerataan pendidikan yang bermutu.
Agus sempat digiring sebagai sosok yang tidak setuju dengan bantuan pemerintah provinsi terkait sekolah SKK. Padahal yang diperjuangkannya adalah bahwa bantuan itu harus memenuhi kepatutan pada besaran nilai bantuan agar operasional sekolah swasta berjalan dengan baik. Selama dana bantuan itu belum memenuhi nilai kepatutan maka harus dinyatakan sebagai bantuan subsidi operasional. Ternyata pendapat Agus dikuatkan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, bahwa sesuai amanat UU pemerintahan tidak boleh mengunci partisipasi masyarakat untuk operasional pendidikan selama bantuan itu belum cukup untuk operasional sekolah.
Selain itu dengan didukung data yang lengkap Agus ingin menyatakan bahwa keberadaan sekolah swasta telah menyediakan infrastruktur yang mampu menampung para siswa yang tidak diterima di negeri. Infrastruktur ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah tanpa membangun USB baru yang menguras uang APBD yang secara fiskal masih jauh dari memadai. Artinya bisa diganti dengan bentuk bantuan yang memadai.
Hal itu Agus sampaikan dalam pertemuan dengan pihak Kemendikdasmen yang dihadiri Wakil Mendikdasmen Prof. Atip Latipulhayat beserta jajaran pejabat Kemendikdasmen, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM, Sekda Jawa Barat dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat beserta jajaran Disdik Provinsi Jawa Barat pada tanggal 19 Juni 2026 bertempat di Gedung A Kemendikdasmen.
Hal yang sama Agus ungkapan saat bertemu dengan pimpinan Komisi V DPRD Jawa Barat beserta jajarannya yang berlangsung pada tanggal 30 Juni 2026 bertempat di ruang Komisi V DPRD Jawa Barat.
Sebelum menjabat Ketua BMPS Jawa Barat untuk periode 2025-2030, Agus tercatat sebagai Ketua BMPS Kabupaten Bogor selama dua periode. Di bawah kepemimpinannya BMPS Kabupaten Bogor tercatat sebagai BMPS teraktif baik di Provinsi Jawa Barat maupun di tingkat nasional.
Filosofi Sederhana Agus
Bagi sosok Agus, untuk berhasil orang harus melewati masa keprihatinan atau penderitaan. Melalui masa ini kita akan mengetahui siapa kawan sejati kita.
Ini sejalan dengan kajian kajian akademis tentang karakter yang harus dimiliki seseorang untuk berhasil yaitu resiliensi. Resiliensi adalah daya tahan, keteguhan, atau kemampuan seseorang untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali dari penderitaan, stres, atau trauma.
Dapat diuraikan lebih jauh seseorang yang berhasil harus memiliki mental tangguh, yaitu kemampuan mental dan emosional untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan atau penderitaan.
Tabah, yaitu sikap kuat, sabar, dan tegar dalam menanggung cobaan atau rasa sakit. Daya juang, yaitu sikap semangat pantang mundur ketika menghadapi tekanan yang berat.
Nilai-nilai ini melekat pada sosok Agus, yang dalam kesibukannya berhasil menyelesaikan studi Doktoral di Bidang Manajemen Pendidikan dari Universitas Pakuan. Sekaligus dipercaya menjabat sebagai Ketua Forum Doktor Manajemen Pendidikan Unpak. Itulah sosok Agus Sriyanta yang di kalangan organisasi BMPS dikenal cukup dengan panggilan Pak Agus. (*)






















































