Bogor | Jurnalissatu – Sinergi antara Forum Komunikasi Ormas Islam (FKOI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), dan Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) Kota Bogor diwujudkan melalui kegiatan Tabligh Akbar Tahun Baru Hijriyah yang digelar di Masjid Ibn Khaldun UIKA Bogor, Ahad (21/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema penguatan ketahanan keluarga ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang semakin marak dan berdampak pada kehidupan keluarga.
Kolaborasi lintas organisasi Islam tersebut menjadi wujud kepedulian bersama terhadap persoalan umat yang berpotensi merusak stabilitas ekonomi, sosial, dan keharmonisan rumah tangga. Melalui dakwah dan edukasi, para peserta diajak memahami bahaya judol dan pinjol serta langkah-langkah pencegahannya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik menjelaskan kondisi ekonomi dan keuangan Indonesia serta pentingnya menjaga keberkahan harta di tengah derasnya arus transaksi digital.”Hari ini kita melihat uang seolah banyak, tetapi keberkahannya hilang karena diperoleh dari cara yang tidak benar, seperti judi online. Ini yang harus menjadi perhatian serius keluarga,” ujarnya.
Ia juga memaparkan data industri pinjaman online yang menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam layanan tersebut.”Per Desember 2025 terdapat 95 perusahaan pinjol resmi, dengan total dana lender mencapai Rp29,84 triliun dan dana borrower sebesar Rp30,18 triliun. Jumlah lender tercatat 10,99 juta rekening, sedangkan jumlah peminjam mencapai 11,24 juta rekening, dengan mayoritas berasal dari Pulau Jawa, terutama Jawa Barat,” jelasnya.
Menurut Irfan, besarnya angka tersebut menjadi peringatan bahwa literasi keuangan dan kehati-hatian dalam mengelola ekonomi keluarga harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik yang merugikan.
Sementara itu, KH. Yasir A. Liputo, S.Sos. menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.”Keluarga harus menjadi benteng pertama. Ketahanan keluarga harus dibangun dari tiga kekuatan, yaitu ibadah, sosial, dan ekonomi,” katanya.
Ia menjelaskan, kekuatan ibadah diwujudkan dengan menjaga shalat dan membiasakan membaca Al-Qur’an. Kekuatan sosial dibangun melalui kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin, sedangkan kekuatan ekonomi dapat ditanamkan dengan membangun budaya berdagang sejak dini dalam keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina FKOI Dwi Sugeng Riyanta, Ak., M.Si., serta H. Karnain Asyhar, SP., M.Si. yang mewakili Ketua DPRD Kota Bogor.Dalam kesempatan itu, Karnain Asyhar menyampaikan perkembangan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (Raperda P4S).
“Kami berharap Raperda P4S ini mendapat dukungan masyarakat agar segera ditindaklanjuti melalui Peraturan Wali Kota, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam menjaga moral dan memperkuat ketahanan keluarga,” ujarnya.
Selain diisi dengan tausiyah dan edukasi, kegiatan Tabligh Akbar juga menghadirkan santunan bagi anak yatim yang disalurkan melalui LAZ Al Bunyan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya membangun ketahanan keluarga yang kuat, mandiri, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan, sehingga mampu terhindar dari berbagai praktik yang merugikan seperti judi online dan pinjaman online. Red



























































