Caringin | Jurnalissatu – Persoalan Irigasi Palayangan di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor seolah tak pernah berakhir. Setelah sebelumnya tanggul mengalami kerusakan dan dikeluhkan warga karena tak kunjung mendapatkan penanganan serius, kini masalah baru kembali muncul.
Pintu air Palayangan dilaporkan ambles pada Sabtu, 27 Juni 2026, yang diduga akibat terlalu lama dibiarkan tanpa adanya perbaikan.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan kebutuhan air pertanian dari saluran irigasi tersebut di dua desa. Pasalnya, Irigasi Palayangan merupakan pemasok utama pengairan bagi lahan pertanian di dua desa, yakni Desa Ciderum dan Desa Ciherang Pondok.
Warga menilai kerusakan yang terjadi saat ini bukan datang secara tiba-tiba. Sebelumnya kondisi tanggul dan saluran irigasi telah mengalami kerusakan yang cukup lama, namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan permanen.
Kekecewaan warga semakin bertambah lantaran rencana aksi ratusan petani yang sebelumnya akan dilakukan untuk menuntut perbaikan terpaksa batal. Masyarakat mengaku sempat mendapat informasi bahwa akan ada langkah penanganan sementara berupa pemasangan bronjong. Namun hingga kini, janji tersebut dinilai belum terlihat realisasinya di lapangan.
Ketua RW 03 Desa Ciherang Pondok, Ujang Suganda mengatakan, masyarakat saat itu menahan diri untuk tidak melakukan aksi karena adanya harapan akan segera dilakukan penanganan.
“Kami batal melakukan aksi karena waktu itu ada informasi akan dilakukan perbaikan sementara dengan pemasangan bronjong. Tapi sampai sekarang belum ada pelaksanaannya,” ujar Ujang Suganda, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, lambannya penanganan dikhawatirkan justru membuat kerusakan semakin meluas. Amblesnya pintu air saat ini menjadi bukti bahwa persoalan yang sebelumnya dikeluhkan warga belum tertangani secara maksimal.
Para petani pun kini mulai khawatir terhadap dampak yang akan ditimbulkan. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, distribusi air menuju lahan pertanian dikhawatirkan terganggu dan berpotensi mempengaruhi aktivitas pertanian warga.
Warga meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya memberikan janji penanganan, tetapi juga segera mengambil langkah nyata di lapangan. dan mengancam aksi yang direncanakan sebelumnya oleh tokoh Masyarakat dan petani dipastikan digelar. Sisca



























































