Cijeruk | Jurnal Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan Balai Benih Ikan (BBI) Kecamatan Cijeruk akan difokuskan khusus untuk pengembangan dan pembudidayaan ikan koi. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil budidaya sekaligus mendorong BBI Cijeruk agar mampu bersaing dengan daerah lain yang lebih dahulu mengembangkan ikan hias bernilai ekonomi tinggi tersebut.
Untuk mewujudkan rencana itu, Pemerintah Kabupaten Bogor meminta seluruh sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas penunjang di BBI Cijeruk dipersiapkan secara optimal. Penataan dan pembenahan sarana prasarana ditargetkan dapat dilakukan hingga akhir 2026.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, ke depan BBI Cijeruk harus memiliki fokus yang jelas dalam pengembangan ikan koi. Dengan demikian, pengelolaan balai benih tersebut tidak lagi bercampur dengan pengembangan berbagai jenis ikan lainnya sehingga hasil yang dicapai bisa lebih maksimal.
“Kami ingin BBI Cijeruk fokus ke pengembangan ikan koi dan tidak bercampur dengan ikan lain, sehingga hasilnya bisa maksimal dan bisa bersaing dengan wilayah lain,” kata Rudy Susmanto dalam Pengarahannya saat mengunjungi BBI Cijeruk pada Rabu malam (21/20/2026).
Menurut Rudy, fokus pengembangan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kualitas budidaya ikan koi di Kabupaten Bogor. Karena itu, seluruh potensi yang dimiliki BBI Cijeruk perlu ditata, mulai dari kesiapan petugas hingga kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan dalam proses pembudidayaan.
Ia juga meminta SDM yang bertugas di BBI Cijeruk bersiap menjalankan arah pengembangan tersebut. Kesiapan tenaga pengelola dinilai penting agar pembenahan fasilitas dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan budidaya ikan koi.
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah pembenahan kolam-kolam yang kondisinya sudah dangkal. Kolam tersebut perlu dikeruk agar kembali layak digunakan, disertai penyiapan fasilitas pendukung lainnya sesuai dengan kebutuhan pengembangan ikan koi.
“Kita ingin seluruh fasilitas yang ada dipersiapkan dengan baik. Kolam-kolam yang sudah dangkal harus dikeruk dan fasilitas lainnya dibenahi agar memenuhi standar yang dibutuhkan untuk pengembangan ikan koi,” demikian arahannya
Melalui pembenahan tersebut, BBI Cijeruk diharapkan memiliki sarana yang lebih memadai untuk mendukung kegiatan pembudidayaan ikan koi secara terarah dan berkelanjutan.
Target hingga akhir 2026 menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan BBI Cijeruk sebagai pusat pengembangan ikan koi yang lebih fokus, didukung SDM yang siap serta fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan budidaya.
Dengan pengembangan yang lebih terarah, BBI Cijeruk diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan ikan koi berkualitas, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu penopang pengembangan sektor perikanan dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bogor.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun diharapkan dapat memastikan pembenahan fasilitas dan kesiapan pengelola berjalan sesuai rencana, sehingga fokus baru BBI Cijeruk dapat diwujudkan secara optimal. Yudi




























































