Cigombong | Jurnalissatu – Pemerintah Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mulai merealisasikan pembangunan bronjong Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Sukamanah RT 002/RW 010.
Pembangunan bronjong TPT tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, yang diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah desa.
Selain berfungsi memperkuat struktur tanah dan menjaga badan jalan dari ancaman longsor, pembangunan bronjong TPT tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat, khususnya dalam mengangkut serta mendistribusikan hasil pertanian.
Kepala Desa Tugu Jaya, Rifki Abdillah, mengatakan keberadaan infrastruktur yang kuat dan aman sangat penting bagi masyarakat, terutama warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
“Pembangunan bronjong TPT ini sangat penting untuk menjaga stabilitas tanah dan keamanan jalan. Selain itu, kami berharap akses ini semakin menunjang mobilitas masyarakat, terutama dalam membawa hasil pertanian dari kebun maupun lahan menuju tempat penjualan,” ujar Rifki, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan papan informasi kegiatan, pembangunan bronjong TPT tersebut memiliki volume panjang 46 meter, lebar 1 meter dan tinggi 10 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat dengan waktu pengerjaan selama 30 hari kalender.
Adapun sumber anggaran pembangunan berasal dari Bantuan Khusus Akselerasi Pembangunan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp372 juta dan tahap kedua sebesar Rp248 juta, termasuk pajak dan TPK.
Rifki menegaskan, pembangunan bronjong TPT sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur desa harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan diharapkan tetap mengacu pada spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat. Bukan hanya memperkuat dan menjaga badan jalan, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi warga, termasuk mobilitas hasil pertanian,” jelasnya.
Menurut Rifki, akses jalan yang aman dan memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. Dengan adanya bronjong TPT, kondisi jalan diharapkan lebih terlindungi sehingga aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar.
Terlebih bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani, akses yang baik akan memudahkan proses pengangkutan hasil pertanian dari lahan menuju lokasi penjualan maupun pusat distribusi.
“Semoga setelah pembangunan selesai, aktivitas warga semakin lancar dan hasil pertanian lebih mudah dibawa keluar untuk dipasarkan,” pungkasnya. Yudi





























































